BERITA DARI FRONT (by: Cheppy_FN)

June 29th, 2006 by frontnasional

Jum’at, 16 Juni 2006, puluhan mahasiswa pro-
demokrasi di Universitas Nasional (Unas
mendirikan Posko ‘Adili Soeharto&Turunkan SBY-
JK’. Posko ini, ada aksi mimbar bebas, pembagian
selebaran untuk pengguna jalan serta pembakaran
poster Soeharto&SBY- JK sebagai wujud dan
simbol kemarahan Rakyat atas kurangnya rasa
keadilan di Indonesia. Dari awal sampe aksi
berakhir, puluhan aparat polisi pakaian preman
terus mengawasi&memantau. Kebetulan, dilokasi
itu banyak wartawan dari berbagai media massa,
hingga aksi tersebut tidak jadi dibubarkan polisi.
Ketika wartawan pergi, intel + polisi
mengintimidasi dan bermaksud nangkap teman2
yang aksi, tapi teman2 udah lebih dulu dievakuasi
ketempat lain yang aman. Jumat malam, 16 Juni
2006, rumah teman kami Ni Nyoman Cinta Triana
(Cinta), aktivis Front Nasional didatangi 3 mobil
polisi, yang mau nangkap. Kebetulan, Cinta tidak
dirumah, diam2 Tante-nya hubungi Cinta yang
masih diluar untuk cari posisi aman. Sampe
tengah malam itu dan sekarang, polisi masih
nunggu Cinta, terus dan tetap mengintimidasi
orang tuanya yang kebetulan sedang sakit.
Selama pencarian oleh polisi, Cinta udah
dievakuasi ketempat aman oleh teman2 lain.
Sampe sekarang, rumah Cinta masih terus
diawasi intelijen, demikian juga beberapa teman2
kami yang lain. Sampe hari ini, masih ada
beberapa teman2 kami yang masih menjadi
buronan intel&polisi, termasuk aku yang masih
balik2 kekampus buat konsolidasi keteman2
lain&minta bantuan hukum, serta informasi lain.
Lalu, teman2 dari Unas, baik lembaga formal dan
gerakan mahasiswa tetap melakukan konsolidasi
dan siaga untuk ancaman ini.
KETERLALUAN BANGET!!! Bagaimana tidak! Pas
aksi tersebut berlangsung sampe aku tulis testi
ini, ternyata intel masih berkeliaran dikampus
kami. Pas acara musik HUT Fak.Hukum (FH),
bintang tamu “Steven n’ Coconutreez’ yang
ngadain SEMA FH pada 18 Juni, teman2
FH&lainnya ikut sweeping dan evakuasi keorang2
mencurigakan yang masuk, pintu gerbang dijaga
ketat mahasiswa dan satpam, diperiksa tiap
penonton yang masuk. Hampir beberapa teman2
dikampus pun sempat aku curigai, ‘Intel
mahasiswa atau bukan ya?”. Awal kejadian itu
hingga Senin kemaren kemana2 paranoid, tapi ini
bikin aku kuat menghadapi semua dan kalau tar
ketangkep&dipenjara, ya… nasib, tapi mudah2an
membuat aku terus&tetap ngelawan ma teman2,
apapun risikonya, aku tidak peduli orang lain
bilang apa, suka/tidak ma cara ku selama ini,
apalagi ortu-ku. Terutama ‘teman2’ ku yang ku
sayangi, palagi 2minggu lalu aku juga khilangan
Hp diWarnet! Komunikasi kmana2 susah! Untung
udah urus kartunya&tetep pake kartu ku yang
lama. Maaf, baru kirim kabar sekarang… Btw,
sekarang2 ini kampus kami masih menjadi
target&sasaran polisi&intel utk mematai aktivis
mahasiswa. Sejarah kembali terulang,
pemerintahan militeristik sedang masuk ke
tingkatan kampus yang terdapat aktivis pro-
demokrasi dan mungkin kampus Anda juga akan
mendapat giliran! Suara-suara dan gerakan2 kritis
akan dibungkam oleh KEKUASAAN. Oiya… Tadi
siang (22 Juni), Posko kami dibongkar satpam
kampus. Aku baru tahu pas ktemu langsung
satpam Unas, pas aku makan bubur kacang ijo
depan kampus, “Aku dapat perintah dari Pak
Rektor, Cep!,” katanya. Aku pikir Kamtib! Ya udah,
mending poskonya dicopot dulu, tunggu aman,
baru dipasang lagi, pikir ku juga begitu. Lagian,
dari tanggal 17 Juni posko udah kosong! Mungkin
Rektor gerah kali liatnya, hehehe… Teman2,
Reformasi udah jalan Sewindu, tapi pola2 ORDE
BARU masih manghantui kita. Pilihan ada di
tangan kita semua… Diam Ditindas, atau kita
Bangkit Melawan!!? SEMOGA PERJUANGAN
KAMI TIDAK SIA-SIA…
Maafkan aku Rakyatku… Aku belum bisa berbuat
apa-apa… MERDEKA !!

Mengapa engkau diam
Mengapa dia diam
Mengapa semua diam..
Lihat penindasan, ketidakadilan
Di Indonesia..

Seenaknya saja ngomong hak asasi
Cuap-cuap Reformasi..

Menindas disana
Menindas disini
Tak pernah berhenti…
Apa perlu kita panggilkan Bung Karno
Apa perlu kita panggilkan Bunga Hatta
Atau kita lawan sendiri…
"

Juga Demi KEMANUSIAAN, Soeharto harus Di ADILI !!!

May 24th, 2006 by frontnasional

DIMANA KEADILAN BILA DEMIKIAN ???

Bila penjahat kelas teri, yang terpaksa menjadi penjahat karena kemiskinan harus dipenjarakan, digebuki bahkan dibakar hidup-hidup…

Bila para orang tua harus kehilangan anak-anaknya yang menjadi korban penculikan dan pembunuhan oleh rezim Orde Baru…

Bila para petani harus kehilangan tanahnya karena dicaplok oleh pengusaha kroni soeharto, atau dijadikan lahan ternak anak-anaknya…

Bila anak-anak menjadi kurang gizi dan mendapati kenyataan bahwa harga susu, obat sampai pendidikan ternyata sangat mahal…

Bila Ibu-ibu menjerit karena harga sembako yang mencekik leher…

Bila negeri ini terperangkap dalam hutang luar negeri yang tidak berkesudahan padahal rakyat tidak turut menikmatinya…

Bila Korupsi, Kolusi, Nepotisme menjadi budaya di negeri ini…

SEDANGKAN SOEHARTO dibebaskan???
Sedangkan yang paling bertanggung jawab atas semua kebobrokan bangsa ini adalah dia????

Demi KEMANUSIAAN bagi para Korban…
Demi KEADILAN bagi seluruh Rakyat…
SOEHARTO harus DIADILI !!!
SOEHARTO harus DIADILI !!!
SOEHARTO harus DIADILI !!!

bila tidak? Rakyat yang akan menjadi Hakim…

Kawan YADI (Peserta Jahit Mulut & Mogok Makan di Unas) KRITISS!!!

February 25th, 2006 by frontnasional

Setelah melakukan aksi jahit mulut dan mogok
makan selama 26 hari (Mulai dari tanggal 30
Januari 2006) Yadi mengalami kejang2 dan kram
perut sampai jatuh pingsan… walaupun
sebenernya kondisi fisiknya sudah tidak
memungkinkan, tetapi kawan satu ini, dengan
penuh semangat ngotot untuk melanjutkan
aksinya… tetapi setelah pingsan berkali2, akhirnya
kawan yadi dievakuasi ke RS Siaga, Pejaten untuk
mendapatkan pertolongan… menurut dokter yang
merawat, Kalau saja Yadi tidak segera dilarikan ke
RS, niscaya akan sulit tertolong lagi…
Demikian perjuangan Yadi dalam menunjukkan
Solidaritasnya kepada Korban SUTET yang
teraniaya…
"Berani punya cita-cita, harus berani menderita…"
Venceremos!!!

Solidaritas Untuk Korban SUTET !!!

February 21st, 2006 by frontnasional

REBUT KEADILAN !,

GANTI RUGI UNTUK KORBAN SUTT / SUTET !!!

TOLAK KENAIKAN TARIF DASAR LISTRIK !!!

(Solidaritas Front Nasional untuk Korban SUTT/SUTET)

I.                    PENDAHULUAN

Tenaga listrik mempunyai peranan penting dalam kehidupan masyarakat dan didalam pelaksanaan pembangunan sebagai upaya peningkatan kesejahteraan dan kemakmuran masyarakat di segala bidang. Mengingat peran penting tersebut maka perlu peningkatan mutu ketenaga listrikan yaitu dengan pelaksanaan pembangunan ketenagalistrikan berupa penyediaan dan pemanfaatan tenaga listrik. Pada prinsipnya pelaksanaan pembangunan ketenaga listrikan harus memperhatikan faktor-faktor sosial, ekonomi, lingkungan hidup dan kesehatan masyarakat di wilayah pembangunan ketenagalistrikan.

Fakta yang terjadi di masyarakat dalam pembangunan ketenagalistrikan, pihak penyelenggara (pemegang kuasa dan pemegang izin usaha ketenagalistrikan) kurang memperhatikan faktor-faktor tersebut. Dengan tidak diperhatikannya faktor-faktor tersebut maka sering menimbulkan benturan-benturan antara pembangunan ketenagalistrikan dengan kepentingan masyarakat. Apabila terjadi benturan kepentingan tersebut, biasanya kepentingan masyarakat/individu korban dikesampingkan dengan memakai alasan “Demi kepentingan umum”.

Oleh karena itu, dengan melihat berbagai persoalan yang terjadi sehubungan dengan proses pembangunan jaringan SUTT/SUTET tersebut, yang melibatkan pihak masyarakat yang sering menjadi korban, maka dipandang perlu adanya suatu tindakan yang harus dilakukan, yaitu melakukan Advokasi kepada masyarakat korban, untuk menghindari kerugian yang lebih besar yang dialami oleh masyarakat, serta memperjuangkan kembali hak-hak masyarakat yang terampas.

II.                  PENGERTIAN SUTT/SUTET

Definisi SUTT (Saluran Udara Tegangan Tinggi) adalah saluran tenaga listrik yang menggunakan kawat telanjang (penghantar) di udara bertegangan diantara 35 – 245 Kilo Volt (kv) sesuai standar di bidang ketenagalistrikan, sedangkan SUTET (Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi) adalah saluran tenaga listrik yang menggunakan kawat telanjang di udara yang bertegangan di atas 245 kv

Panjang dan lebar Tower SUTT/SUTET adalah 12,5 x 12,5 , bentangan kabelnya sekitar 500 meter. Radius aman dari SUTT/SUTET adalah 50 m kanan-kiri tower, sedangkan di Jawa-Bali sendiri jalur SUTT/SUTET membentang dari Merak propinsi Banten sampai Surabaya, Jawa Timur.

III.                DAMPAK  DARI SUTT/SUTET

Pembangunan jaringan transmisi tegangan tinggi mempunyai potensi menimbulkan dampak di berbagai bidang diantaranya adalah di bidang ekonomi, kesehatan, psikologis masyarakat dan lingkungan.

1.      Dampak Negatif di Bidang Ekonomi.

Dapat ditinjau dari dengan dibangunnya jaringan tegangan tinggi tersebut dapat menyebabkan “Kematian Perdata” bagi nilai tanah yang dilintasi oleh SUTT/SUTET, sehingga apabila pemilik tanah tersebut berniat menjual tanahnya, maka harga jual tanah tersebut akan jatuh dan berada dibawah harga jual tanah yang tidak dilewati jalur tersebut (itupun bila ada yang mau membelinya), atau juga pemilik tanah mau mengoptimalisasikan tanahnya dengan mendirikan bangunan bertingkat ia akan mempunyai masalah dengan perijinan pendirian bangunan, atau bila ia ingin menanam pohon ia akan dilarang menanam pohon dalam batas ketinggian tertentu.

2.      Dampak Negatif di Bidang Kesehatan.

Dari hasil penelitian disebutkan bahwa banyak penyakit yang bisa ditimbulkan akibat dari paparan radiasi gelombang elektromagnetik bagi masyarakat yang tinggal di bawahnya. Hasil penelitian di Eropa menyatakan bahwa jaringan transmisi tegangan tinggi menimbulkan sakit kepala, gangguan tidur, lesu, libido menurun, kemandulan dan merasa sakit tanpa diketahui penyebabnya. Sedangkan penelitian di Amerika Serikat yang dilakukan oleh Lermer dan Leeper pada 1979, menyebutkan bahwa pemaparan medan elektromagnetik dari jaringan transmisi tegangan tinggi dapat menyebabkan meningkatnya resiko kematian yang ditimbulkan oleh penyakit leukimia, Kanker, Limfoma, Infertilitas pada pria, cacat pada keturunan, demikian juga dapat menyebabkan penyakit kulit, perangai pemarah, dsb.

3.      Dampak Negatif Secara Psikologis.

Yaitu munculnya keresahan dan ketakutan yang disebabkan dari munculnya rasa tidak aman terhadap bahaya kecelakaan yang dapat ditimbulkan dari jaringan tersebut, yaitu kecelakaan yang disebabkan adanya sambaran petir, putusnya kabel, atau gangguan fondasi tower akibat dari perubahan struktur tanah. Selain itu juga kekhawatiran terus menerus akan akibat dari gangguan kesehatan yang dapat disebabkan oleh radiasi.

4.      Dampak Negatif Terhadap Lingkungan.

Peran lingkungan dalam meningkatkan derajat kesehatan sangat besar sebagaimana dikemukakan Blum (1974) dalam Planning for health, development and application of social change theory. Bahwa faktor lingkungan berperan sangat besar disamping perilaku daripada faktor pelayanan kesehatan dan keturunan. Memang tidak selalu lingkungan sebagai penyebab, melainkan juga sebagai penunjang, media transmisi maupun memperberat penyakit yang telah ada.

Akibat didirikannya jaringan transmisi tegangan tinggi tersebut, pepohonan dalam radius tertentu ditebangi karena dianggap melebihi ketentuan dalam ketinggian tertentu. Sehingga wilayah disekitar jaringan tersebut menjadi kering kerontang, sangat panas dengan angin yang kencang di masa kemarau, dan sangat dingin di musim penghujan, kualitas tanah juga ikut menurun drastis dan kehilangan kesuburan karena tidak bisa dioptimalisasikan lagi.

IV.        DESKRIPSI KASUS

Kasus SUTT/SUTET bermula karena adanya pelanggaran mekanisme pembangunan jalur SUTT/SUTET oleh pihak pengembang, dalam hal ini PT. PLN, yang kemudian membuat kerugian dalam berbagai hal kepada masyarakat korban. Diantaranya:

1.      Tidak ada transparansi dan sosialisasi bahwa akan dibangun jalur SUTET di lahan milik warga

2.      Manipulasi data (Luas lahan, nilai lahan, jumlah tanaman dan sebagainya)

3.      Tidak dilibatkannya warga dalam proses negosiasi pemberian ganti rugi, sehingga kalaupun keluar ganti rugi, nilainya sangat tidak sesuai.

4.      Terjadi pemaksaan kehendak dan tindakan represif kepada para warga yang belum menyepakati proses pembangunan tower SUTET tersebut yang memunculkan terjadinya pelanggaran HAM.

Karena ada penindasan, karena ada ketidak adilan yang terjadi maka muncul kemudian resistensi (perlawanan) dari masyarakat yang dirugikan.

Upaya perjuangan yang dilakukan rakyat untuk kembali mendapatkan haknya, mengalami banyak hambatan, karena masih rumitnya proses birokrasi dari pemerintahan, represifitas dari aparat keamanan, dan belum berpihaknya hukum kepada masyarakat dimana, dengan munculnya peraturan perundang-undangan yang baru (UU No. 20 Tahun 2000, tentang ketenaga listrikan) yang tidak dapat berlaku surut yang tidak bisa dipakai untuk menyelesaikan kasus SUTT/SUTET yang terjadi sebelum undang-undang tersebut ditetapkan.

Menyaksikan kenyataan pahit dan tidak adil tersebut, maka korban SUTT /SUTET tidak berhenti berjuang untuk merebut hak-haknya… berbagai upaya terus dilakukan demi mendapat hak-haknya. dari menyampaikan aspirasi melalui para "Wakil Rakyat" di DPR sampai menyampaikan sendiri ke Istana Negara sudah sering mereka lakukan, tapi kemudian, para korban hanya mendapatkan janji-janji yang tak kunjung terpenuhi…

Hingga yang saat ini dilakukan adalah melakukan Aksi Jahit Mulut dan Mogok Makan yang berlangsung di Posko Selamatkan Rakyat Indonesia di Jalan Diponegoro - Jakarta Pusat. Puluhan orang sudah melakukan aksi tersebut dan sudah berjatuhan korban dari aksi tersebut, bahkan Ibu-ibu rela meninggalkan keluarga dan anak-anak mereka tercinta demi melakukan aksi tersebut… bukan untuk apa-apa, melainkan demi mendapatkan apa yang menjadi hak mereka, hak yang seharusnya dipenuhi oleh negara kepada warganya yang setia. Sebuah kenyataan pahit di bangsa yang mengaku sudah 60 tahun merdeka…

Tragisnya lagi, setelah sekian bulan aksi tersebut berjalan dan puluhan korban sudah berjatuhan, tetapi tidak ada respon positif apapun dari negara untuk menangani dan menyelesaikan persoalan ini. Negara terkesan lepas tangan bahkan melakukan pembohongan kepada publik untuk meng-counter aksi para korban ini dengan membuat iklan-iklan menyesatkan kepada publik yang notabene menelan biaya yang sangat besar dan ini semakin melukai perasaan para korban.

V.        KAMI TURUT BERGERAK

        Hal ini adalah kenyataan pahit yang semakin mengobarkan semangat perlawanan kepada para korban dan keuletan perjuangan mereka membangkitkan rasa simpati bahkan empati yang mendalam dan hal tersebut kemudian semakin menguatkan tekad kami untuk turut bersama-sama melakukan perlawanan dan merebut hak mereka dengan turut melakukan aksi solidaritas Jahit mulut dan Mogok Makan di Posko Solidaritas untuk Korban SUTT/SUTET di Kampus Universitas Nasional, Pejaten,  Jakarta Selatan.

Mulai dari tanggal 30 Januari 2006 hingga hari ini ada 3 orang yang melakukan aksi tersebut dan telah jatuh 2 orang korban, saat ini tinggal 1 orang yang masih bertahan dan akan segera diikuti oleh peserta yang lain secara terus menerus sampai tuntutan terpenuhi,

Selain itu, kami juga menggalang  aksi Cap Jempol darah dan tanda tangan, serta Panggung rakyat / Mimbar bebas sebagai bentuk dukungan dan solidaritas kepada para korban yang melakukan aksi Jahit Mulut dan Mogok Makan.

Sedangkan inti dari tuntutan para korban SUTT / SUTET dan kami diantaranya adalah:

1. Ganti Rugi untuk Korban SUTT / SUTET se-Indonesia.

2. Tolak Kenaikan Tarif Dasar Listrik..

3. Ungkap dan Tuntaskan berbagai Kasus Pelanggaran HAM di Indonesia.

Demikian Solidaritas ini kami lakukan, Demi keadilan, solidaritas dan kerakyatan…

Jakarta, Februari 2006

Bersama Berjuang… Bersama Rakyat Pasti Menang…

Jahitmulut

Tolak Kenaikan Tarif Dasar Listrik!!!

January 30th, 2006 by frontnasional

TOLAK KENAIKAN TARIF DASAR LISTRIK !!!

KAMI MENOLAK DIAM!

November 11th, 2005 by frontnasional

Karena kalian duduk di kursi-kursi kekuasaan, tapi
melupakan keadilan, maka kami menolak untuk
diam..

Kami menolak sejarah yang diputarbalikkan, kami
menolak pembangunan jadi ajang pemerasan,
kami menolak penindasan!

Karena kalian telah kehilangan akal sehat, dan tak
lagi peduli pada kesejahteraan rakyat, maka kami
menolak untuk diam. Kami menolak pikiran yang
dikerdilkan, kami menolak pendidikan yang
dimesinkan, kami menolak pembodohan!

Karena kalian telah jual negara dengan hutang,
sementara kami harus berebut pupuk di gudang,
maka kami menolak untuk diam. Kami menolak
ladang-ladang petani ditaburi racun kimia, kami
menolak alam dirusak demi kepentingan modal
orang-orang kaya, kami menolak menghancurkan
Indonesia!

Karena kalian semena-mena mencabut subsidi,
sementara kami mati di lumbung padi, maka kami
menolak untuk diam. Kami menolak segilintir
bajingan berdasi menipu hasil panen petani, kami
menolak pabrik-pabrik meracuni sungai dengan
alasan efisiensi, kami menolak keserakahan yang
dilegitimasi!

Karena kalian menganjurkan hidup sederhana,
sementara kalian makin rakus makan uang
negara, maka kami menolak untuk diam. Kami
menolak wakil-wakil rakyat yang kehilangan nuraninya,
kami menolak politik dusta, kami menolak disuruh
menjadi gila!

Karena kalian menganjurkan rekonsiliasi, dan
menuduh kami dalang provokasi, maka kami
menolak untuk diam. Kami menolak tentara yang
menembaki rakyat jelata, kami menolak hakim
yang menjual hukum negara, kami menolak
bajingan birokrasi, kami menolak pemeras yang
berkedok polisi, kami menolak kebencian dijadikan
komoditi, kami menolak semua ketidakadilan di
negeri ini!

Dengarkan suara kami, wahai kaum yang
berkuasa: Mulai detik ini, kami menolak
penjajahan bangsa sendiri!

LAWAN !!! LAWAN !!! LAWAN !!!